Sunday, 18 December 2016

Cocoklogi dan Kekalahan Timnas Indonesia



Sudah lama memang terdengar dan menjadi pembicaraan beberapa orang tentang cocoklogi yang merambat di Indonesia. Saya awalnya sangat kurang sepakat dengan ilmu ini. Ilmu yang mencocok-cocokkan antara pernyataan dengan fakta atau fakta satu dengan fakta lainnya. Dan kebanyakan pembuktiannya terjadi karena ketidak sengajaan ataupun kebetulan.

Setelah saya coba browsing dan melihat beberapa artikel mengenai cocoklogi ini, memang didasari oleh teori-teori konspirasi. Contohnya, segala yang berbentuk segitiga atau bentuk mata adalah lambang freemason atau illuminati. Jadi, apakah semua orang yang beratribut  segitiga atau mata satu terindikasi anggota freemason atau illuminati? Tentu tidak kisanak.

Ini menjadi bukti ketidak kritisan kita dalam mengungkapkan kebenaran. Karena memang tidak ilmiah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Belum lagi sekarang anak-anak muda yang pragmatis sudah banyak yang mulai mempraktekkan ilmu absurd ini mulai mencocok-cocokkan sesuatu dan menarik kesimpulan dari kecocokan yang ada.

Contoh, istilah jomblo sama dengan sendiri, sendiri sama dengan mandiri, mandiri itu nama bank, bank itu banyak duitnya. Kesimpulannya jomblo itu banyak duit. Sungguh pernyataan yang sangat tidak jelas.

Belum lagi sekarang banyak ulama yang doyannya cocoklogi. Mereka senang mecocok-cocokkan ayat-ayat suci dengan temuan fakta ilmiah terbaru. Memang saya bukan ahli fiqh ataupun penafsir Al-Quran. Saya percaya bahwa Al-Quran adalah pedoman hidup dan pandangan hidup. Tapi dengan gampangnya kita mencocokkan semua hal, membuat daya berfikir kritis dan ilmiah kita perlahan memudar.

Saya sepakat dengan penemu Theory of Everything, mbah Stephen Hawking, tentang adanya hukum sebab-akibat. Mbah ini mengasumsikan bahwa ruang-waktu, secara keseluruhan, harus mengikuti aturan sebab dan akibat. Akibat ada karena adanya sebab. Begitu kira-kira.

Tapi saya coba untuk berfikir jernih dan adil sejak dalam pikiran.

Beberapa contoh tadi memang membuktikan bahwa ada ketidak singkronan dalam mencocokan sesuatu. Sehingga saya yang awalnya sangat anti tentang ilmu cocoklogi ini terlalu subjektif dan gampang meyindir orang-orang yang gemar mencocokkan sesuatu. Akhirnya saya membuka diri dengan cocoklogi.

Jika cocoklogi dipandang sebagai ilmu mencocokkan, maka semua ilmu pengetahuan juga sering melakukan cocoklogi, terutama bidang sains. Sains adalah pelaku cocoklogi terbesar sepanjang sejarah. Setiap yang dikatakan sains semuanya cocoklogi.

Ketika sains menawarkan sebuah teori, maka teori sains itu akan dianggap sebagai fakta ilmiah jika ada kecocokan di dalamnya. Contoh kecepatan cahanya mbah Einstein. Dulu kecepatan cahaya hanyalah sebuah teori, sekarang menjadi fakta ilmiah yang menyebut kecepatan cahaya 300.000.000 m/s. Sebab ada kecocokan antara teori dan fakta.

Sains melakukan tindak cocoklogi.

Selain sains, coba kita cari dalam bidang sosial. Karl max seorang panglima perang komunisme pernah berpendapat bahwa konflik yang selama ini terjadi karena adanya pertentangan antara kelas proletar dan kelas borjuis. Kemudian pendapat Marx ini dianggap cocok dengan fakta bahwa ada beberapa kasus di dunia ini tentang konflik antara buruh dan pengusaha.

Saya akhirnya membuka diri karena ilmu sains bahkan ilmu sosial juga mencocok-cocokkan sesuatu. Tidak ada ilmu yang tidak cocoklogi. Mereka asyik mencocokkan antara teori dan fakta. Dengan cocoklogi pulalah kita bisa hidup dan mempunyai peradaban yang maju hingga saat ini.

Sampai pada saya cukup percaya dan sering mengaplikasikan cocoklogi.

Adalah saat tim nasional sepakbola Indonesia berlaga di piala AFF. Saya sependapat dengan kebanyakan orang yang mengatakan nasib timnas Indonesia sama dengan nasib timnas Portugal sampai akhirnya menjadi juara dalam ajang sepak bola.

Di fase grup, timnas indonesia bersama thailand, filipina dan singapura di grup yang sama. Pada laga perdana Indonesia dihajar thailand dengan skor 4-2. Laga perdana yang kurang bagus. Setelah itu pertandingan melawan tuan rumah filipina berakhir dengan skor imbang 2-2. Dalam 2 pertandingan Indonesia baru mengumpulkan 1 poin.

Sampai pada pertandingan terakhir fase grup melawan tim yang cukup kuat, singapura. Timnas Indonesia yang tidak diunggulkan tertinggal satu gol pada babak pertama. Yang membuat peluang untuk lolos ke semifinal semakin berat karena jika kalah ataupun seri, Indonesia tidak akan lolos. Timnas dituntut untuk menang. Babak kedua berjalan sampai pada menit-menit akhir Indonesia bisa mencetak 2 gol dan berbalik unggul serta memenangkan pertandingan.

Indonesia lolos bersama Thailand berhak maju ke semifinal.

Indonesia akan bertemu timnas vietnam yang notabane-nya juara grup sebelah. Lagi-lagi timnas Indonesia tidak diunggulkan melawan vietnam. Berangkat ke semifinal dengan terseok-seok di fase grup.

Semifinal punya sistem home and away. Pertama dikandang Indonesia. Timnas berhasil membalikkan dugaan publik dengan menang 2-1 dilaga pertama semifinal. Kemudian dilaga kedua di kandang Vietnam, Indonesia dengan dramatis menahan imbang 2-2 tuan rumah dan berhak untuk maju ke babak final.

Disitu saya makin percaya dengan cocoklogi. Karena timnas Indonesia punya nasib yang sama dengan timnas Portugal. Terseok-seok dan tidak diunggulkan. Tapi sama-sama maju ke babak final. Portugal menjadi juara dan timnas Indonesia tinggal menunggu waktu.

Final piala AFF juga menganut sistem Home and Away. Indonesia akan bertanding melawan Thailand di final. Pada pertandingan pertama di kandang Indonesia, Indonesia berhasil menaklukkan thailand dengan skor 2-1. Kemenangan itu harus dibayar mahal dengan cideranya Andik Vermansyah.
Semakin cocok dengan nasib portugal yang di final pada menit-menit awal kehilangan Cristiano Ronaldo yang cidera dan akhirnya ditarik keluar. Sepertinya Andik Vermansyah ingin me-Ronaldo-kan dirinya.

Gus Ulil Abshar-Abdalla juga memposting foto dalam twitternya, mengatakan, “Dalam perhitungan santri Padepokan songo buono gasmi berdasarkan hisab dan rukyat. Indonesia punya kans besar untuk juara Piala AFF 2016 mengalahkan thailand. Hal ini disebabkan laga final tahun ini terjadi di bulan rabiul awal bertepatan dengan maulid nabi, dimana pasukan gajah dihancurkan oleh pasukan burung. Itu artinya bahwa thailand dengan gajah putihnya akan diserang burung garuda Indonesia.... Adapun realita diatas lapangan, hanya Allah yang Maha Tahu.” Sangat cocok kembali bung!!!

Tapi bagai lebah yang merindukan bunga. Ekpektasi tidak sama dengan realita. Timnas Indonesia dengan modal kemenangan kandang tidak mampu membawa pulang Piala AFF dari kandang Thailand. Indonesia kalah dengan skor 2-0. Ilmu mencokkan dari awal berhasil hingga sampai ke final dan bersiap mengambil kesimpulan, Indonesia kalah. Cocoklogi timnas portugal dan indonesia tidak terjadi. Sangat menyedihkan timnas Indonesia, tim kebanggan Indonesia kembali gagal merebut juara. Terus terang saya sangat sedih.

Disini, dan mulai saat ini saya akan sangat tidak percaya lagi dengan ilmu mencocokkan sesuatu. Tai dengan cocoklogi, omong kosong dengan cocoklogi, persetan dengan cocoklogi.

Terima kasih.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment