Tuesday, 10 September 2013

Natal di Penanjakan

Jumat malam, 24 Desember 2012, kami ber-10 yaitu, Aldri, Adi, Ipung, Iping, Ifa, Fira, Al, Nuha, Nirma dan saya sendiri sedang ngopi (ngoblor pintar) di salah satu cafe daerah soekarno-hatta. Suasana cafe yang klasik. Tidak ada topik menarik yang sedang kami bicarakan. Kemudian Aldri di depanku mengusulkan untuk ke penanjakan sekaligus merayakan natal sambil melihat sunrise dari atas. Saat itu jam menunjukkan pukul 10.00 malam. Akhirnya semua mengamini, "Daripada nda ada dibikin haha", kata temanku yang lain. Setelah itu kami ke kosan masing-masing untuk menyiapkan jaket dan apa saja yang harus dibawa.

Kami start dari kontrakan Al-Kautsar 58 sekitar pukul 00.00. Ada 5 motor yang kami kendarai. Semuanya motor matic haha. kami berjalan santai melewati jalan di daerah dinoyo. Arus lalu lintas lengang, maklum jam 12 malam. Lampu jalan menyinari motor kami. Terlihat masih banyak penjual nasi goreng pinggir jalan yang masih berjualan. Memasuki daerah Soehatt kami singgah di salah satu supermarket, yah pastinya untuk membeli bekal selama perjalanan. Banyak sekali yang mereka beli, terutama cewenya. 

pemandangan, penanjakan, bromo, tengger, semeru, bukit
Penanjakan
Perjalanan kami lanjutkan. Tidak ada yang tahu pasti jalur menuju penanjakan, hanya Aldri dan Iping, itupun lupa-lupa ingat. Di tengah perjalanan di daerah lawang, salah satu motor yang kami kendarai bannya meletus (Aldri feat Nirma). Di tengah jalan yang sepi hanya beberapa mobil truk yang terus melintasi jalan protokol yang lengang. Untung saja saat itu ada satu tambal ban yang masih buka.

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan melalui jalur desa nongko jajar. Jalan melalui desa itu sangat sepi, lebih sepi daripada jalan yang kami lewati barusan. Tidak ada lampu jalan sepanjang jalan itu. hanya bulan dan bintang yang menerangi. Pemandangan dari nongko sangat indah. Melihat kota Malang dari atas dengan kerlap kerlip lampunya.

Jalan yang kami lalui berbukit-bukit sehingga motor, apalagi motor matic, lumayan harus berjuang keras untuk jalan. Belum lagi banyak jalan yang berlubang-lubang. Kami melewati hutan yang sangat gelap. Ada banyak juga pengguna motor yang ingin ke Penanjakan. Kami saling bertegur sapa meskipun tidak mengenal satu sama lain. Setelah perjalan kurang lebih memakan waktu sampai 3 jam, akhirnya kami sampai di portal penanjakan. Ada banyak sekali mobil jeep yang parkir disitu. Mengantar turis luar dan dalam negeri. Karena peraturan melarang mobil pribadi masuk di daerah penanjakan, akhirnya pengunjung yang ingin masuk harus menyewa mobil jeep.

Setelah memarkir motor, kami berjalan menaiki tangga menuju puncak. Banyak sekali pengunjung, terutama pengunjung dari luar negeri yang sekaligus merayakan natal di atas puncak. Benar sekarang tanggal 25 Desember. Suasana di atas puncak sangat dingin, mungkin mencapai 10 derajat atau bisa lebih dari itu. Masih sangat gelap disana. Waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Kami menunggu matahari yang terbit sambil mengobrol di kursi panjang. Ngobrol apa saja sembari membuang waktu.


Ingatlah hari ini


Masih setengah lima pagi. Dingin rasanya seperti menembus jaket. Orang lain berkumpul mengambil tempat yang paling strategis untuk dapat gambar yang bagus. Ada yang menaiki pagar bahkan ada yang menuruni pagar. Kami tidak mau kalah. Daripada duduk tambah dingin, akhirnya saya dan teman-teman yang lain jalan.

Matahari mulai muncul  dari arah timur. Sontak orang-orang berfoto. Kami pun seperti itu, tidak mau ketinggalan untuk berfoto bersama indahnya matahari terbit di Penanjakan. Lama berkeliling mencari spot yang bagus untuk foto, salah satu temanku "nirma" bertemu dengan salah satu pesulap terbaik yang pernah ada di Indonesia, tidak lain tidak bukan Mr. Tarno.... -_-".............

Dari atas bukit penanjakan kami dapat melihat indahnya gunung bromo sampai gunung semeru. Melihat indahnya samudra awan tepat berada di bawah kami. Meskipun kabut sedikit menyelimuti pandangan kami. Melihat luasnya lautan pasir yang terhampar luas di bawah.

Puas dengan pemandangan dan berfoto bersama, kami memutuskan beristirahat. Kami singgah untuk makan jagung bakar. Katanya sih jagung bakar khas pananjakan, tapi sama saja dengan jagung bakar yang lain. Mungkin khas karena di bakarnya di penanjakan haha....

Perjalanan pulang. Terlihat dari raut wajah teman-teman begitu kecapean. Bahkan ada yang hampir terjatuh karena tidak tidur semalam. Kami pulang ke Malang melewati jalur probolonggo yang memakan waktu hampir 4 jam. Panas matahari di kota ini sangat terik. Jalan sangat ramai dipadati kendaraan roda 2, roda 4, dan banyak roda 10 haha. sangat sering kami berhenti sejenak karena capek. Akhirnya tepat setelah adzan dhuhur kami sampai di kos masing-masing. Melelahkan memang, tapi perjalan yang sangat menarik.


pemandangan, bukit, penanjakan, bromo, tengger, semeru
Pemandangan dari Penanjakan


Di perjalanan kali ini bukan hanya puas melihat indahnya pemandangan, tepat berada di atas samudera awan atau melihat hamparan lautan pasir bromo. Tapi lebih dari itu, kami saling mengenal lebih baik, susah senang bersama, menjalin rasa kekeluargaan yang kuat, pertemanan yang makin lama makin baik, dan mungkin ada rasa yang tak terlupakan dari kita semua. Natal di Penanjakan.

Sekian... 



Malang, 10 September 2013

Thursday, 22 August 2013

Perahu Pinisi, Perahu Tradisional yang Mendunia

perahu,pinisi,tradisional,sulawesi,selatan
perahu pinisi

Sejak dahulu pelaut bugis makassar dikenal sebagai pelaut yang ulung. Mereka sangat piawai dalam mengarungi lautan dan samudera luas hingga ke berbagai kawasan di nusantara bahkan sampai keluar negeri dengan menggunakan perahu pinisi. 

Perahu pinisi memiliki corak dan keunikan yang tidak dimiliki perahu di belahan dunia manapun. Keunikan tersebut sekaligus menunjukkan keahlian para pembuat perahu pinisi. Khususnya dalam merangkai dinding kapal. Rangkaian kapal bisa tersusun rapi meskipun harus dibuat dalam diseain yang melengkung. Malah yang lebih mengherankan lagi karena dalam proses pembuatannya lebih dulu disusun papan atau dinding dibandingkan rangka atau tulang.

Dikisahkan di dalam naskah lagaligo bahwa perahu pinisi sudah ada sejak abad ke-14. 


Perahu pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading, putra mahkota kerajaan luwu. Bahan untuk membuat perahu tersebut diambil dari pohon welengreng (pohon dewata) yang terkenal sangat kokoh dan tidak mudah rapuh. Namun, sebelum pohon itu ditebang, terlebih dahulu dilaksanakan upacara khusus agar penunggunya bersedia pindah ke pohon  lain. 

Sawrigading membuat perahu tersebut untuk berlayar menuju negeri Cina hendak meminang putri mahkota bernama We Cudai. Kemudian Sawerigading berhasil memperistri puteri We Cudai. Setelah beberapa lama menetap di Cina, Sawerigading rindu kampung halamannya. Dengan menggunakan perahunya yang dulu (Perahu Pinisi) ia berlayar ke Luwu. Tapi, ketika parahunya memasuki perairan Luwu, tiba-tiba gelombang besar datang dan menghantam perahunya hingga pecah. Pecahan - pecahan perahunya terdampar ke 3 (tiga) tempat di daerah Bulukumba, yaitu di desa Ara, Tanah Beru, dan Bira. Oleh masyarakat di 3 desa tersebut bagian - bagian perahu itu kemudian dirakit kembali menjadi sebuah perahu yang megah dan dinamakan Perahu Pinisi

Hingga saat ini Bulukumba dikenal sebagai produsen Perahu Pinisi, dan kemudian mereka membagi tugas dimana Orang dari desa Ara sebagai pembuat rangka perahu, orang Tanah beru sebagai penyempurna perahu dan orang Bira sebagai Nahkoda perahu.

Itulah sekilas tentang Perahu Pinisi. Semoga bisa bermanfaat. Demikian.

Wednesday, 24 July 2013

FPI dan Aksi Kontroversinya

FPI atau Front Pembela Islam adalah sebuah oraganisasi massa Islam bergaris keras yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa kelompok internal, yang disebut oleh FPI sebagai sayap juang, FPI mempunyai kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok para militer dari organisasi tersebut yang kontroversial karena melakukan aksi-aksi penertiban (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam teruatama pada bulan Ramadan dan seringkali berujung pada kekerasan. 

Organisasi ini terkenal dan kontroversial karena aksi-aksinya sejak tahun 1998. Rangkaian aksi yang berujung pada kekerasan sering diperlihatkan dalam media massa. FPI di deklarasikan pada 17 Agustus 1998 di halaman pondok pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat di selatan Jakarta oleh sejumlah habaib, Ulama, Mubaligh, dan aktivis muslim yang disaksikan ratusan santri yang berasal dari jabodetabek. 

Sudah banyak aksi kontroversial yang dilakukan oleh organisasi ini mulai dari rusuh larangan Lady Gaga manggung di Indonesia, juru bicara FPI Munarman menyiram Sosiolog UI Thmrin dan masih banyak lagi aksi kontroversi lainnya. 


Banyak kecaman dari berbagai lapisan masyarakat terhadap ulah FPI selama ini pun tidak terkecuali Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono. Berbicara saat menghadiri acara buka puasa bersama bersama anak yatim piatu di Kemayoran, Jakarta Pusat, minggu malam (21/7), Presiden menyesalkan aksi-aksi kekerasan yang muncul mengatasnamakan agama. "Harus dicegah konflik atau benturan horizontal, dan dicegah untuk tidak ada elemen dari manapun juga termasuk FPI yang melakukan aksi-aksi kerusuhan dan kerusakan. Di negara ini, ada hukum dan tatanan yang berlaku. Tidak boleh ada elemen manapun yang menjalankan hukum di tangannya sendiri kecuali penegak hukum" ujarnya.

Presiden mengecam adanya kelompok masyarakat yang melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan agama Islam. Karena Islam menurutnya, melarang adanya tindak main hakim sendiri. Beliau juga menegaskan, sebagai seorang muslim, ia sangat berkeberatan kalau agama Islam disalahtafsirkan dan juga disalahgunakan. Ia mengingatkan, Islam menyukai kedamaian dan kasih sayang diantara sesama.


Akibat begitu banyak aksi dan ulah FPI yang dirasa banyak merugikan, FPI terancam dibubarkan oleh pemerintah. Mengingat FPI berkali-kali membuat kerusuhan dan kerusakan yang merugikan masyarakat. 


Pembekuan FPI bisa dilakukan jika pemerintah berpaku pada UU Ormas yang baru saja disahkan oleh DPR. "UU Ormas sudah mengatur soal itu, tapi lewat mekanisme dan prosedur yang panjang sebelum kemudian pemerintah melalui kemendagri yang mempunyai kewenangan untuk memberikan sanksi. Jadi itu prosesnya sangat panjang karena UU Ormas sangat demokratis sekali dari sisi itu". Ungkap salah satu anggota DPR.

Kalau menurut saya mungkin karena tuah sebagai negeri dengan masyarakat sangat religius, di negara ini segala hal, segala persoalan, akan serta merta dikaitkan dengan instansi tertinggi, yaitu instansi akhirat. Ini konsekuensi lain ketika kontrol sosial dijalankan atas semangat membereskan moral individu-individu agar mereka nanti tidak repot di akhirat karena digolongkan sebagai pendosa. 

Kita sudah sama-sama ketahui, pemikiran ini menghasilkan aksi sweeping, penggerebekan, pengeroyokan, pemblokiran oleh kelompok individu kepada kelompok individu lain karena dianggap melakukan sesuatu atau berjalan diluar ketetapan jalur akhirat. Pada sisi lain, abstraknya soal akhirat itu pula membuatnya mudah diputar balikkan. Yang paling miris tentulah kekerasan yang dilakukan dengan mengatasnamakan agama tertentu.


front,pembela,islam,aksi,kontroversi
FPI


Front Pembela Islam hari ini saya melihat antara ideologi Islam Primordial atau Islam Anarkis. Di satu sisi mereka menginginkan Islam seperti dijaman Nabi Muhammad, mengikuti hanya perintah dan perilaku Nabi Muhammad, selain dari itu adalah bid'ah. Di lain hal jika ada kelompok individu yang tidak menjalankan syariat Islam seperti apa yang di ajarkan Nabi maka akan istilahnya didikriminasi oleh kelompok FPI ini. 


Ibarat buku, mungkin zaman para nabi sudah tutup buku. Yang ada sekarang adalah ilusi, dari ilusi kenabian sampai ilusi pencerahan.

Ada satu cerita teman di Bali. Sautu saat ada seorang anggota FPI sedang naik taksi menuju hotel tempatnya menginap. Di dalam mobil sopir taksi sedang memutar lagu barat, kemudian sang anggota FPI berkata, "Bisa kamu matiin lagunya gak? di zaman nabi gak ada musik apalagi lagu barat". Lalu si sopir taksi mematikan musiknya, kemudian memberhentikan mobilnya dan berkata. "Silahkan anda turun, karena di zaman nabi tidak ada taksi. Tunggu saja unta lewat".


Sunday, 21 July 2013

Kisah Si Gadis Buta


Inilah sepenggal kisah tentang seorang perempuan yang memiliki kekurangan cacat mata atau buta. Dia punya seorang pacar yang sangat baik kepadanya, tapi pada akhirnya mereka pun berpisah. Nah, ini kisahnya 

Cekidot.... :D 
gadis buta

Pada suatu ketika, ada seorang gadis buta. Dia dibenci semua orang kecuali pacarnya.

Pada suatu hari gadis ini berkata kepada pacarnya, "Aku mau menikah denganmu, jika aku sudah melihat".
Di suatu hari, ada seseorang yang mau mendonorkan matanya kepada gadis buta ini. 
Setelah gadis itu bisa melihat, dia terkejut karena pacarnya ternyata juga buta.
Lalu pacarnya si gadis buta bertanya, "Maukah kamu menikah denganku ?"
Si gadis buta menjawab, "Aku tidak mau menikah dengan orang buta!"

Lalu pacarnya tersenyum dan pergi sambil berkata, "JAGA MATAKU BAIK - BAIK YA..."

Tuesday, 16 July 2013

Ramadan Tempat Bertemu sapa Teman Lama

Mungkin sudah menjadi tradisi dan kebiasaan turun-menurun di Indonesia bahwa setiap memasuki bulan Ramadan selalu akan menjadi waktu yang tepat untuk bernostalgia dengan teman atau mungkin hanya bertemu sapa dengan teman lama. 

Hingga saat ini begitulah cara kami untuk sekedar berjumpa dengan kami karena bulan Ramadan merupakan bulan dimana semua aktivitas kami sedikit berkurang dari bulan - bulan lain. 

Menyenagkan rasanya bertemu kawan - kawan lama yang dari setiap tahunnya hanya bertemu beberapa kali atau mungkin belum sekalipun bertemu sejak beberapa tahun atau mungkin teman sedari kecilnya baru bertemu saat bulan Ramadan. 

Fenomena yang paling sering terjadi di Indonesia ini adalah saat buka puasa bersama (bukber) sebagai waktu yang tepat untuk istilahnya ajang kumpul bareng atau reuni mulai dari teman SMA, SMP, dan bahkan sampai teman SD. Entah itu di rumah salah satu teman ataupun buka puasa diluar.

Mari kita sejenak kembali bernostalgila atau bernostalgia dengan masa masa sekolahan. 
kebersamaan,kekeluargaan,nostalgia,reuni
Kebersamaan



Kemarin adalah reuni SMA. Kami berkumpul untuk sekedar bertatap muka meskipun tidak ada hal penting yang ingin kami bicarakan. 

Kami bercerita penuh hangat mengenang kembali peristiwa-peristiwa masa sekolahan. Mulai dari cerita lucu yang sampai membuat perut kami sakit karena tertawa, mengenang kejadian-kejadian sedih, sampai romantika putih abu abu. 

Semua bercerita, penuh canda antara kami. Tersenyum senang setelah setahun kembali baru berkumpul. Menyempatkan makan dan nongkrong bersama dalam suatu suasana yang jarang didapatkan di tempat lain. Suatu realita dimana kita masih ingin mengenakan baju seragam dan tradisi upacara hari senin. Ingin rasanya berada pada suasana yang seperti ini terus. Suasana dimana kami melupakan persoalan kuliah dan masalah pribadi. 

Yah semoga kita dapat berkumpul kembali walau hanya bertemu sapa.


DEMIKIAN.

Sunday, 14 July 2013

Fenomena Petasan di Indonesia

petasan,mercon,kembang,api


Petasan atau yang biasa juga disebut mercon adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas dan biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa, seperti perayaan tahun baru, perkawinan dan sebagainya. 

Benda ini berdaya ledak rendah. Bubuk yang digunakan sebagai isi petasan merupakan bahan peledak kimia yang membuatnya dapat meledak pada kondisi tertentu.

Asal Usul Petasan
Petasan bermula dari negeri Tirai Bambu atau Cina sekitar abad ke-9, seorang juru masak secara tidak sengaja mencampur tiga bahan bubuk hitam yakni garam peter atau kalium nitrat, belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal) yang berasal dari dapurnya. Ternyata ketiga bahan kimia itu mudah terbakar. 

Jika ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya lalu dibakar dan akan meletus kemudian mengeluarkan suara ledakan keras yang dipercaya mengusir roh jahat. Dewasa ini, petasan dipercaya dapat dipakai dalam acara pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan dan upacara-upacara keagamaan. Baru pada saat dinasti song didirikan pabrik petasan yang kemudian menjadi pasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api diangkasa sehingga akhirnya dibedakan. Tradisi petasan akhirnya menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Fenomena Petasan di Indonesia

Di Indonesia petasan sudah menjadi hal yang biasa dipakai untuk berlebaran dan pada saat bulan Ramadan. Di Indonesia kebanyakan anak setelah sahur bukannya beristirahat malah bermain petasan dan kembang api yang biasanya membuat warga lain menjadi resah dan gelisah mendengar suara bising petasan yang diledakkan oleh anak-anak kecil tersebut. Kemarin di Makassar ada satu kasus seorang pemuda baru gede dibacok tetangganya karena merasa terganggu mendengar suara-suara ledakan dari petasan tersebut.
Petasan dan sebagainya memang barang gelap, yang berarti benda yang dilarang oleh negara. 

Sejak zaman Belanda sudah ada aturannya dalam Lembaran Negara (LN) tahun 1940 Nomor 41 tentang pelaksanaan Undang - undang Bunga Api 1939, dimana diantara lain adanya ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp. 7.500 apabila melanggar ketentuan "membuat, menjual, menyimpan, mengangkut bunga api dan petasan yang tidak sesuai standar pembuatan".
Mungkin karena peraturan tersebut terlalu kuno dan antik, maka pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam peraturan, diantaranya UU Darurat 1951 yang ancamannya bisa mencapai 18 tahun penjara.

Tuesday, 9 July 2013

Penetapan 1 Ramadhan

Percakapan tentang kapan penentuan 1 Ramadhan, apakah selasa atau rabu kian seru di media massa. Ada yang memilih selasa, tak jarang juga ada golongan yang memilih rabu. 

Masing-masing mempunyai pendirian dan dalil yang kuat. Hebatnya lagi, keduanya mengklaim mewakili aspirasi ummat dan katanya, ummat gelisah karena tidak ada kepastian tentang itu. Menurut Jusuf Kalla, sebenarnya ummat ini tidak pernah gelisah, apakah bulan puasa itu hari selasa atau hari rabu. Karena apapun keputusan kapan 1 Ramadhan dimulai itu tidak menjadi masalah yang berarti bagi masyarakat. 

Yang menjadi masalah menurut Jusuf Kalla adalah istri-istri di rumah yang telah memasak hidangan sahur untuk hari selasa tapi ternyata keputusan bulan puasa jatuh pada hari rabu atau sebaliknya. Sebenarnya ada 2 (dua) cara dan pendekatan dalam menetapkan 1 Ramadhan yaitu :

bulan,hisab,rukyat,sabit
Bulan




1. Rukyat
Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. 

Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (magrib) karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya matahari, serta ukurannyasangat tipis. Apabila hilal terlihat,maka pada petang waktu setempat telah memasuki bulan baru hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai magrib hari berikutnya.

2. Hisab
Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomi untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriyah. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. 

Posisi matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu shalat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender hijriyah.

Itulah 2 cara atau pendekatan kita untuk menentukan bulan baru dalam kalender hijriyah. Terserah mau pilih yang mana. Tetapi menurut Jusuf Kalla pada tahun 1969 Neil Amstrong bersama pesawat Apollo-nya mendarat di bulan karena teknologinya dan teknologi itu adalah hisab, atau perhitungan. 

Nah, kalau manusia bisa mendarat di bulan karena perhitungan, mengapa hanya untuk melihat bulan saja kita tidakmenggunakan perhitungan juga. Ini jelas-jelas tidak lagi melihat bulan, tetapi sudah tiba di bulan. Dan itu dilakukan dengan perhitungan

 

Friday, 28 June 2013

Apa dan Siapa itu Mahasiswa?

Mahasiswa berasal dari kata "maha" yang berarti sangat, amat, teramat, dan paling dan kata "siswa" yang berarti murid. Berarti dalam segi bahasa "mahasiswa" adalah murid yang belajar di perguruan tinggi atau tingkat jenjang pendidikan paling atas. Kalau kita bertanya siapakah mahasiswa itu??? 

Kalau menurut saya, "Mahasiswa adalah orang yang sedang menempuh jenjang pendidikan di sebuah instansi perguruan tinggi baik itu Universitas, Institut, Akademik, dan sejenisnya yang tercatat di biro administrasi umum, memiliki kartu tanda mahasiswa dan aktif mengikuti formalitas perkuliahan di instansi yang dia tempati".

Tapi apakah mahasiswa itu yang setiap pagi pergi ke kampus dan sore hari hari pulang ke kosan? Apakah cuman berbekal KTM bisa disebut mahasiswa? Ataukah dengan bermodalkan jas almamater dan tumpukan kertas yang setiap hari dibawa bisa dikategorikan sebagai mahasiswa? Mungkin secara ciri-ciri umum bisa di kategorikan sebagai mahasiswa. Tapi apakah cuma sebatas itu saja? Sebenarnya mahasiswa mempunyai maksud dan peranan yang lebih luas dari apa yang sama-sama kita simpulkan.




Didalam dunia pendidikan ada yang disebut Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah salah satu dasar tanggungjawab mahasiswa yang harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama. Adapun isi Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah :


1. Pendidikan dan pengajaran
    Pengertian pendidikan dan pengajaran disini adalah dalam rangka meneruskan pengetahuan atau dengan kata lain transfer of knowledge yang telah dikembangkan melalui penelitian oleh mahasiswa di perguruan tinggi.




2. Penelitian dan Pengembangan

    Kegiatan penelitian dan pengembangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penelitian, maka ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi terhambat. Penelitian itu tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus dilihat keterkaitannya dalam pembangunan dalam arti luas. Artinya penelitian tidak semata-mata hanya untuk hal yang diperlukan atau langsung dapat digunakan oleh masyarakat pada saat itu saja, tapi harus dilihat dengan proyeksi kemasa depan.




3. Pengabdian pada masyarakat

    Pengabdian pada masyarakat harus diartikan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi, khususnya sebagai hasil dari penelitian. Pengabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersifat konkrit dan langsung dirasakan manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek.




Selain tri dharma perguruan tinggi itu mahasiswa juga berperan sebagai agent of control dan agent of change atau agen perubahan... Terlepas dari semua itu kita semua punya pengertian masing-masing tentang apa dan siapa mahasiswa itu...




Saturday, 22 June 2013

MUSCAB Ikami Sulsel Cab. Malang 2013

musyawarah,ikami,sulsel,cabang,malang,2013
Muscab

Penguatan Eksistensi Ikami Sulsel Cabang Malang dengan etika, logika, dan cinta menuju organisasi mandiri.

Itulah tema pada MUSCAB Ikami tahun 2013. Malam pertama MUSCAB membahas tentang agenda dan tata tertib Musyawarah Cabang. Pada hari kedua tepat pukul 13.00 WIB diadakan pemilihan presidium sidang untuk memimpin sidang. 

Dari hasil pemungutan suara yang telah dilakukan telah terpilih Muh. Fachryadi dengan 16 suara sebagai presidium pertama, Magfiratul Isnaini dengan 15 suara sebagai presidium  kedua dan Nurhuzaifah Amini dengan 14 Suara sebagai presidium sidang ketiga. Agenda selanjutnya adalah laporan pertanggung jawaban oleh pengurus IKAMI SS Cab. Malang. Dimulai dengan LPJ Bidang Urusan Peranan Perempuan, lalu Bidang Organisasi dan Kelembagaan, Bidang Pelestarian Lingkungan, Bidang Hubungan Masyarakat, Bidang PPSDA, Bidang Seni Budaya dan Olahraga, Bidang Kewirausahaan dan Kesejahteraan Anggota, Bendahara Umum, Sekertaris Umum dan Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum. Hari ketiga MUSCAB Ikami adalah sidang komisi dan rekomendasi setelah itu sidang pleno keempat yaitu pemilihan ketua umum. Setelah semua tata tertib dibacakan dan disahkan terpilih lah Adamry Muis, Febry Razak, Syam'un, Sayyidul Aqri, Nurjannah Waris, dan Ubaydillah sebagai bakal calon ketua umum. Kemudian diadakan verifikasi calon ketua umum. Ubaydillah akhirnya turun karena tidak memenuhi syarat bahwa pernah menjadi pengurus. Lalu kelima calon tersisa dan dimintai kesediaannya untuk menjadi Ketua Ikami. 

Dari pernyataan kelima calon, empat diantaranya tidak bersedia dengan berbagai alasan dan tersisa Febry Razak Tri Putra sebagai calon tunggal untuk kemudian menjadi ketua umum dengan Aklamasi.

Selamat Untuk kakanda Febry Razak Tri Putra (Bomz) sebagai ketua umum Ikami terpilih masa abdi 2013-2014. Semoga Ikami Malang menjadi lebih baik kedepannya dengan kerja keras dan senyumanmu :)