Tuesday, 10 December 2013

Omah Munir, Museum HAM Pertama di Indonesia


Munir merupakan aktivis sosial dan hak asasi manusia. Banyak pesan moral yang dapat dipetik dari sosok Munir. Mulai dari bagaimana beliau membela keadilan dan mengatakan suatu kebenaran. Untuk mengingat kembali perjuangan-perjuangan seorang Munir maka keluarga dan kerabat sepakat membuat museum Munir. 

Minggu, 8 Desember 2013 bertempat di Jln Bukit Berbunga No. 2 RT 4 RW 7 Sidomulyo Batu, sejuknya kota Batu menjadi hangat dengan dibukanya “Omah Munir”. Omah Munir merupakan museum HAM pertama di Indonesia. Didirikannya “Omah munir” ini diharapkan menjadi refleksi untuk pemuda-pemuda Indonesia dalam mengingat pikiran-pikiran dan perjuangan-perjuangan Munir. 

Turut hadir pula dalam acara pembukaan tersebut Wakil Walikota Malang, Walikota Batu, Wakil Walikota Batu, wakil dari DPR Malang, wakil dari Komnas HAM, Faisal Basri, Butet Kertanegara, aktivis dan LSM, serta beberapa tokoh nasional dan beberapa akivis mahasiswa lainnya. 

Dalam sambutannya, Butet Kartanegara mengatakan, “Ingatan itu pendek, tapi kebenaran itu akan panjang dan selamanya.” Beliau juga menghimbau kepada rakyat dan khususnya kepada para mahasiswa-mahasiswi sebagai ujung tombak penerus bangsa untuk mengatakan suatu kebenaran meski sekecil apapun”. 

“Saya mengingat seorang Munir itu adalah seorang yang memang memegang teguh prinsipnya, memperjuangakan hak-hak rakyat dan membela keadilan.” Ucap salah satu wakil dari komnas HAM dalam testimoninya. 

Jika kita melihat ke dalam museum, terdapat patung, monumen-monumen, penghargaan yang diraih oleh munir dan pemikiran-pemikiran serta perjuangan-perjuangan munir dalam membela hak asasi manusia semasa hidupnya. 

Diharapkan dengan adanya museum “Omah Munir” ini menjadi refleksi kepada rakyat Indonesia untuk membela keadilan dan mengatakan kebenaran. 
Reactions:

0 comments:

Post a Comment